Searching...
1.28.2013

Vigenère Cipher

Cipher ini adalah termasuk cipher simetris, yaitu cipher klasik abjad majemuk. Karena setiap huruf dienkripsikan dengan fungsi yang berbeda. Vigenère Cipher merupakan bentuk pengembangan dari Caesar Cipher. Kelebihan sandi ini dibanding Caesar Cipher dan cipher monoalfabetik lainnya adalah cipher ini tidak begitu rentan terhadap metode pemecahan cipher yang disebut analisis frekuensi. Giovan Batista Belaso menjelaskan metode ini dalam buku La cifra del. Sig. Giovan Batista Belaso (1553); dan disempurnakan oleh diplomat Perancis Blaise de Vigenère, pada 1586. Pada abat ke-19, banyak orang yang mengira Vigenère adalah penemu cipher ini, sehingga, cipher ini dikenal luas sebagai Vigenère Cipher.

Cipher ini dikenal luas karena cara kerjanya mudah dimengerti dan dijalankan, dan bagi para pemula sulit dipecahkan. Pada saat kejayaannya, cipher ini dijuluki le chiffre indéchiffrable (bahasa Prancis: 'cipher yang tak terpecahkan'). Metode pemecahan cipher ini baru ditemukan pada abad ke-19. Pada tahun 1854, Charles Babbage menemukan cara untuk memecahkan Vigenère Cipher. Metode ini dinamakan Metode Kasiski karena Friedrich Kasiski-lah yang pertama mempublikasikannya.
Vigènere Cipher menggunakan Bujursangkar Vigènere untuk melakukan enkripsi dan dekripsi. Jika pada Caesar Cipher setiap huruf digeser dengan besar geseran yang sama, maka pada Vigènere Cipher setiap huruf digeser dengan besar yang berbeda sesuai dengan kuncinya.

Tabel Bujursangkar Vigènere

1. Enkripsi Vigènere Cipher


    Secara matematis, enkripsi Vigènere Cipher dengan jumlah karakter sebanyak 26 dapat ditulis dalam bentuk
ci≡(pi+kjmod 26 atau
ci≡(pi+kjmod n (untukVigènere Cipher dengan jumlah karakter n)
Ket :    i = 1, 2, 3, …, (panjang kunci)
    j = (( i– 1)  mod 25) +1

Contoh (Enkripsi Vigènere Cipher)
    Terdapat 10 karakter (n=10) yang digunakan, yaitu "A", "B", "C", "D", "E", "F", "G", "H", "I" dan "_", yang bersesuaian dengan bilangan bulat 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 (modulo 10) seperti tabel I.

Tabel I (10 Karakter dalam modulo 10)

A B C D E F G H I _
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9


Misalkan plainteks yang akan dienkripsikan adalah ADA_ECI.
Plainteks : ADA_ECI yang bersesuaian dengan 0 3 0 9 4 2 8
Dengan kunci DIA yang bersesuaian dengan 3 8 0

Tabel II (Enkripsi ADA_ECI Dengan Kunci Dia)

A
D
A
_
E
C
I
0
3
0
9
4
2
8
D
I
A
D
I
A
D
3
8
0
3
8
0
3

Maka berdasarkan tabel II :
E(A) = (0+3) mod 10 = 3 = D            E(E) = (4+8) mod 10 = 2 = C
E(D) = (3+8) mod 10 = 1 = B            E(C) = (2+0) mod 10 = 2 = C
E(A) = (0+0) mod 10 = 0 = A            E(I) = (8+3) mod 10 = 1 = B
E(_) = (9+3) mod 10 = 2 = C
Cipherteks : DBACCCB

2. Dekripsi Vigènere Cipher


    Untuk melakukan dekripsi pada Vigènere Cipher, digunakan kebalikan dari fungsi enkripsinya.
    Secara matematis, dekripsi Vigènere Cipher dengan jumlah karakter sebanyak 26 dapat ditulis dalam bentuk
pi≡(ci-kjmod 26 atau
pi≡(ci-kjmod n (untuk Vigènere Cipher dengan jumlah karakter n)
Ket :    i = 1, 2, 3, …, panjang kunci
    j = (( i– 1)  mod 25) +1

Contoh DekripsiVigènere Cipher
        Terdapat 10 karakter (n=10) yang digunakan, yaitu "A", "B", "C", "D", "E", "F", "G", "H", "I" dan "_", yang bersesuaian dengan bilangan bulat 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 (modulo 10) seperti tabel I.

Misalkan cipherteks yang akan didekripsikan adalah DBACCCB.
Chiperteks : DBACCCB yang bersesuaian dengan 3 1 0 2 2 2 1
Dengan kunci DIA yang bersesuaian dengan 3 8 0

Tabel III ( Dekripsi DBACCCB Dengan Kunci DIA)

D
B
A
C
C
C
B
3
1
0
2
2
2
1
D
I
A
D
I
A
D
3
8
0
3
8
0
3


Berdasarkan tabel III :
D(D) = (3-3) mod 10 = 0 = A            D(C) = (2-8) mod 10 = 4 = E
D(B) = (1-8) mod 10 = 3 = D            D(C) = (2-0) mod 10 = 2 = C
D(A) = (0-0) mod 10 = 3 = A            D(B) = (1-3) mod 10 = 8 = I
D(C) = (2-3) mod 10 = 9 = _
    Sehingga cipherteks DBACCCB kembali menjadi plainteks ADA_ECI.

Oleh Lalu Galih Gasendra

Pustaka:
•Baldoni, M.W., Ciliberto, C., & Piecantini Cattaneo, G.M. (2009). Elementary Number Theory, Cryptography and Codes. Heidelberg: Springer.
•Lidl, R., & Pilz, G.(1997). Applied Abstract Algebra, Second Edition. New York: Springer.
•Menezes, A. J. ,van Oorschot, P. C, and Vanstone, S. S. (1996). Handbook of Applied Cryptography. USA: CRC Press, Inc.
•Munir, R. (2004). Diktat Kuliah IF5054 Kriptografi. Departemen Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung.
•PGP. (2004). An Introduction to Cryptography. New York: PGP Corporation.
•Schneier, B. (1996). Applied Cryptography: Protocols, Algorithms, and Source Code in C, 2nd edition. John Wiley and Son, Inc.

4 comments:

  1. Asiiik, ada yang posting juga tentang algoritma ini. BTW, gue juga uda nulis tentang vigenere cipher ini, mari dibaca gan: http://sun-coolin.blogspot.com/2012/07/algoritma-kriptografi-klasik-vigenere-cipher.html

    Thanksss... :)

    ReplyDelete
  2. Saya tertarik dengan tulisan mengenai vigenere cipher diatas, sangat menambah wawasan saya. saya juga memiliki referensi sejenis yang dapat anda kunjungi http://ejournal.gunadarma.ac.id/index.php/kommit/article/view/1005/872
    Terimakasih

    ReplyDelete
  3. sangat membantu artikelnya
    saya juga merangkum tulisan tentang vigenere, dapat dilihat disini http://arfianhidayat.com/algoritma-kriptografi-vigenere-cipher
    Ada DEMO PROGRAMn ya juga, semoga membantu

    ReplyDelete
  4. Thanks, Mas Galih... Artikelnya sangat membantu...

    ReplyDelete

 
Back to top!